Review Jujur Film Terbaru Wake Up Dead Man. Film terbaru dalam seri Knives Out, Wake Up Dead Man: A Knives Out Mystery, telah resmi tayang di Netflix sejak 12 Desember 2025 setelah rilis terbatas di bioskop pada akhir November. Daniel Craig kembali sebagai detektif Benoit Blanc yang ikonik, kali ini menghadapi kasus pembunuhan yang tampak mustahil di sebuah gereja kecil di upstate New York. Disutradarai dan ditulis oleh Rian Johnson, film ini membawa nuansa lebih gelap dan mendalam dibandingkan dua pendahulunya, dengan fokus pada tema iman, penebusan, kemarahan, dan pengampunan. Dengan durasi sekitar 2,5 jam, film ini menawarkan misteri yang rumit, dialog tajam, dan pemeran ensemble bintang yang memukau.
Sinopsis dan Setting Film Wake Up Dead Man
Cerita berpusat pada pembunuhan Monsignor Jefferson Wicks (diperankan Josh Brolin), seorang pendeta karismatik yang radikal dan kontroversial, tepat di hadapan jemaat selama ibadah. Kejadian ini terjadi di ruang tertutup dengan saksi mata banyak, membuatnya menjadi “impossible crime” klasik ala Agatha Christie. Benoit Blanc dipanggil untuk bekerja sama dengan pendeta muda Father Jud Duplenticy (Josh O’Connor), seorang mantan petinju yang berjuang dengan masa lalunya. Setting gereja kecil dengan sejarah kelam ini memberikan suasana gothic yang kuat, lengkap dengan pencahayaan dramatis dan komunitas jemaat yang penuh rahasia serta konflik internal. Berbeda dari Glass Onion yang penuh kemewahan, review film ini lebih grounded dan intim, tapi tetap mempertahankan humor khas Johnson.
Performa Pemeran Film Wake Up Dead Man
Salah satu kekuatan terbesar film ini adalah cast-nya yang luar biasa. Daniel Craig sebagai Benoit Blanc tetap menjadi pusat pesona, dengan aksen Southern yang khas dan kecerdasan yang selalu menyenangkan. Namun, kali ini ia tidak mendominasi sejak awal—Blanc bahkan muncul cukup terlambat, sekitar 40 menit pertama difokuskan pada pengenalan karakter dan konflik. Ini menjadi keputusan berani yang berhasil, karena memberikan ruang bagi Josh O’Connor untuk bersinar. O’Connor sebagai Father Jud memberikan penampilan scene-stealing, penuh lapisan emosi antara penebusan dosa masa lalu dan keyakinan pada kasih sayang. Glenn Close sebagai salah satu jemaat yang kompleks juga mencuri perhatian dengan intensitasnya, sementara Josh Brolin, Mila Kunis, Jeremy Renner, Kerry Washington, Andrew Scott, dan lainnya membawa energi yang beragam. Ensemble ini terasa hidup dan tidak sekadar pendukung—setiap karakter punya motivasi yang jelas dan momen berkesan.
Kelebihan dan Kekurangan Misteri
Misteri di Wake Up Dead Man terbilang lebih rumit dan tajam dibanding Glass Onion, bahkan bagi sebagian kritikus lebih unggul dari film pertama. Twist-nya tidak terlalu mudah ditebak, dengan struktur yang menghormati locked-room mystery klasik sambil menyisipkan komentar sosial tentang polarisasi agama, intoleransi, dan kemarahan dalam masyarakat modern. Tema iman versus logika, serta pesan optimis tentang pengertian antar pihak yang berbeda, terasa soulful dan jarang ditemui di genre whodunit. Sinematografi dan scoring Nathan Johnson juga patut dipuji—visual gereja yang dramatis dan musik yang membangun ketegangan sangat mendukung suasana. Namun, tidak semuanya sempurna. Beberapa penonton merasa bagian awal terlalu lambat dan eksposisi berlebihan, sementara durasi yang panjang membuatnya terasa sedikit bertele-tele di tengah. Komedi masih ada, tapi lebih subtle dan gelap dibanding dua film sebelumnya, yang bagi sebagian terasa kurang fun.
Kesimpulan Wake Up Dead Man
berhasil menjadi entri terbaik dalam seri Knives Out bagi banyak orang, dengan rating positif tinggi di Rotten Tomatoes (sekitar 92-95%) dan pujian atas kedalaman emosional serta misteri yang memuaskan. Meski tidak se-ringan Glass Onion dan sedikit lebih serius, film ini tetap menghibur, cerdas, dan penuh kejutan. Rian Johnson membuktikan bahwa formula whodunit-nya masih segar, terutama saat dikemas dengan tema kontemporer yang relevan tanpa terasa memaksa. Bagi penggemar misteri, ini adalah tontonan wajib di akhir tahun—mungkin bukan yang paling ringan, tapi yang paling mengena. Jika Anda menyukai Knives Out pertama, kemungkinan besar film ini akan jadi favorit baru Anda. Selamat menonton, dan siapkan diri untuk teka-teki yang tak terduga!